Panen Bersama Inpari 32 HDB di Subak Sembung Kota Denpasar
Kamis, 30 Oktober 2025 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan panen padi bersama di Subak Sembung, Kota Denpasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional.
Panen bersama dihadiri oleh, Dinas Pertanian Kota Denpasar, Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Denpasar Utara, PPL se-Kecamatan Denpasar Utara, Pekaseh dan Petani Subak Sembung serta tim LTT BRMP Bali sendiri.
Kabid TPH Distan Kota Denpasar I Gusti Ayu Ngurah Anggreni Suwari, SP, M.Si., mengucapkan terima kasih kepada BRMP Bali yang telah memfasilitasi kegiatan panen bersama dan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dengan BRMP Bali. Mendampingi petani melalui peningkatan kapasitas, penyediaan sarana produksi dan penerapan teknologi yang dibutuhkan. "Panen padi Inpari 32 HDB kali ini memperoleh hasil yang tinggi. Hasil ubinan diketahui produktivitasnya mencapai 10,6 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar" ungkapnya.
Menindaklanjuti kendala petani yang sering dihadapi yaitu, keterlambatan panen dan pengolahan lahan. Anggreni menyampaikan telah membuat Inovasi Call Me Opa (Panggil Saya Operator Alsintan), bertujuan menghadirkan layanan alsintan yang modern, cepat, transparan, dan adil bagi petani di Kota Denpasar serta sebagai alat pengambil kebijakan bagi Dinas Pertanian pada bidang mekanisasi pertanian. "Semoga dengan hadirnya Inovasi ini dapat memudahkan akses layanan alsintan secara digital dan cepat, menekan biaya produksi melalui penggunaan alsintan yang efisien, memberikan transparansi biaya dan layanan yang adil dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pertanian digital" jelasnya.
Selanjutnya Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Denpasar Utara, Luh Ketut Ari Abadi, S.P., menambahkan terkait aplikasi Call Me Opa. "Pada aplikasi ini telah disiapkan untuk pemesanan alsintan tanam, panen, operator, biaya sewa, nomor hp, dan jadwal pemesanan. Apabila ada masalah, kegiatan ini didampingi oleh PPL wilayah kerja masing-masing subak, untuk memperlancar panen maupun tanam" jelasnya.
Pekaseh Subak Sembung, I Made Dara Yasa menyampaikan kendala yang sering dihadapi petani Subak Sembung yaitu serangan tikus dan burung menjelang panen serta serangan kepiting yang merusak saluran irigasi. "Pengendalian terhadap hama telah dilaksanakan oleh petani. Sedangkan terkait banyaknya saluran irigasi yang rusak, akan ditindaklanjuti dengan pembuatan proposal untuk perbaikan. Berdasarkan hasil diskusi subak untuk tanam berikutnya akan dilaksanakan di bulan Desember, semoga kendala irigasi dapat terselesaikan sebelum tanam" tuturnya.
Sementara itu dari BRMP Bali, Sagung Ayu Nyoman Aryawati, S.P., M.P., selaku Penanggung Jawab LTT di Kota Denpasar, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada petani, telah melaksanakan inovasi teknologi budidaya padi memproleh hasil sesuai harapan. "BRMP Bali selalu mendukung dan mendampingi petani dalam penerapan modernisasi teknologi untuk meningkatkan sinergi antara petani, penyuluh dan pemerintah Kota Denpasar serta untuk percepatan LTT dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional.